Seringkali kita melihat masalah hanya dari kacamata pribadi.
Ada kisah seorang bapak tua bersama empat anaknya yang masih kecil kecil. Mereka naik kereta ekonomi dari Jatinegara menuju Semarang . Di dalam kereta anak-anak itu sangat ribut hingga mengganggu penumpang yang lain. Berlarian ke sana ke mari, teriak-teriak tawa mewarnai keceriaan mereka. Penumpang yang lain banyak yang merasa terganggu dengan tawa anak-anak itu. Sang bapak tua itu sepertinya tidak mau tau. Seorang ibu memberanikan diri untuk menegur bapak tua.
“Pak maaf pak, apakah anak-anak itu anak bapak ?”. tanpa menjawab bapak tua itu pelan-pelan mengangkat kepala dan melihat ke arah ibu yang menegurnya.
“Ada apa bu ?” .
“Itu pak, anak bapak, ,mereka berisik mengganggu penumpang yang lain, tolong di suruh diam pak. Sebagai orang tua bapak harus bias menjaga anak-anaknya dong! Kami merasa terganggu.” .
“Oh maaf bu, saya tidak bisa.” Jawab bapak tua itu..
“Kenapa tidak bisa ? kan itu anak bapak.”
