Si-isal.Com

Kakek Tua ...


Seringkali kita melihat masalah hanya dari kacamata pribadi.
Ada kisah seorang bapak tua bersama empat anaknya yang masih kecil kecil. Mereka naik kereta ekonomi dari Jatinegara menuju Semarang. Di dalam kereta anak-anak itu sangat ribut hingga mengganggu penumpang yang lain. Berlarian ke sana ke mari, teriak-teriak tawa mewarnai keceriaan mereka. Penumpang yang lain banyak yang merasa terganggu dengan tawa anak-anak itu. Sang bapak tua itu sepertinya tidak mau tau. Seorang ibu memberanikan diri untuk menegur bapak tua.

 “Pak maaf pak, apakah anak-anak itu anak bapak ?”. tanpa menjawab bapak tua itu pelan-pelan mengangkat kepala dan melihat ke arah ibu yang menegurnya.
Ada apa bu ?” .
“Itu pak, anak bapak, ,mereka berisik mengganggu penumpang yang lain, tolong di suruh diam pak. Sebagai orang tua bapak harus bias menjaga anak-anaknya dong! Kami merasa terganggu.” .
“Oh maaf bu, saya tidak bisa.” Jawab bapak tua itu..
“Kenapa tidak bisa ? kan itu anak bapak.”

Curhatan Ibu

Anakku,.
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu Maka ibu akan memilih mengandungmu. Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah. Sembilan bulan nak,. engkau hidup di perut ibu. Engkau ikut kemanapun ibu pergi. Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata.

Anakku,.
Bila ibu boleh memilih

Egois !!!


Beberapa tahun lalu saya bertemu dengan atasan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. Lalu kami bercakap


Bos      : “Pak Faisal, setelah anda keluar kerja, apa yang akan anda lakukan?”

Saya    : “Saya akan berbisnis pak.”

Bos      : ”Berbisnis ???” (dengan muka sinis) .. “Pak Faisal, saya mau ngasih saran, jadi orang jangan neko-neko. Seperti saya ini, kalau di hitung-hitung maka penghasilan saya sekitar 2 setengah juta perbulan. Lalu apa yang saya lakukan ? saya bersyukur. Saya menerima apa yang Allah berikan kepada saya dengan rasa syukur, saya nikmati dan tidak neko-neko.”

Secarik Kertas dari Ibu yang terluka

Anakku….
Ini Secarik kertas dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah kertas ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.

Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku

Tentang Ayah ..


Ternyata ayah itu menakjubkan!

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.

Ayah membiarkan kamu menang

Kebohongan Ibu

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika seorang anak lelaki yang masih kecil, dia terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan.


KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Hidup = Surga = Semangat = Gairah

Hidup adalah surga bagi mereka yang mencintai banyak hal dengan semangat dan gairah. Sesungguhnya banyak yang harus kita lakukan dan capai dalam hidup ini, tetapi sangat sedikit yang telah dapat kita wujudkan. Banyak yang berkata bahwa hidup itu tujuan. Sebenarnya hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan sesuatu yang harus ada caranya. Berikut makna Hidup yang saya dapatkan.

Hidup adalah perjalanan, nikmatilah.
Hidup adalah tantangan, hadapilah.